Kamis, 09 Juni 2011

Perjalanan Pertamaku ke Tangkuban Parahu dan Daerah Sekitarnya

 Bandung???
Aduhhh ya ampun, dengar itu saja Papa dan Mamaku sudah malas. Jadi itulah yang membuatku tidak pernah berwisata ke Bandung dan sekitarnya. Papaku merasa malas membawa mobil, huhhh padahal ada travel atau adikku yang bisa diminta menyetir. Sebenarnya keluargaku bukanlah tipe keluarga yang suka berjalan-jalan, kami lebih suka menghabiskan waktu di rumah, apalagi mengingat kegiatan mamaku yang cukup sibuk.

Sungguh, ketika di kantorku akan mengadakan jalan-jalan bersama ini, aku sangat senang, hooo ini pengalaman yang tidak akan aku dapatkan jika dikaitkan dengan keluargaku. Tiba-tiba saja kata pimpinanku mengatakan bahwa bagian kami mendapatkan untung sekian persen dan akan digunakan untuk kami agar kami bisa mengadakan outing bersama, walaupun pada akhirnya kami harus menambahkan lagi beberapa puluh ribu untuk memenuhi biayanya.Sebenarnya perjalanan ini dilakukan akhir tahun 2010 kemarin, tapi baru sekarang aku berani untuk mendokumentasikannya di sebuah blog. Huhhhh, ternyata susah juga ya menulis blog, walau saat mengetiknya semua pikiranku tiba-tiba saja tercurah dan tidak bisa berhenti mengetikkan semua kata yang terlintas di pikiranku.

Kami semua berkumpul di area kantor pada pagi hari dan berangkat agak terlambat (seperti orang banyak bilang: "Indonesia gitu loh!"). Kami menempuh perjalanan entah berapa jam, tapi rasanya sangat lama, hahaha. Perhentian pertama kami adalah Pusat Pemandian Air Panas Ciwidey.


Pemandian Air Panas Ciwidey umumnya biasa saja, tapi aku yang saat itu terlalu senang menganggapnya sangat wah, hahaha. Tempat ini terdiri dari jalur2 air sungai air panas yang di pinggir-pinggirnya terdapat tempat penyewaan tikar, jadi pengunjung dapat duduk bersama sambil menjulurkan kaki ke dalam air atau menaruh barang-barang di tikar tersebut agar dapat bermain air dengan lebih leluasa. Di tempat ini tidak hanya terdapat sungai-sungai air panas, namun ada juga objek-objek wisata lain seperti Rumah Hantu atau toko-toko penjual suvenir (maklum tidak bisa menyebutkan yang lain karena lupa).

Setelah puas di Pemandian Air Panas Ciwidey dan energi kami cukup terkuras, maka kami akan melanjutkan dengan makan siang di sebuah tempat makan yang dekat dengan arena outbond, jadi bisa makan siang sambil menonton kegiatan-kegiatan outbond. Pemandangan di tempat makan inipun sangat indah, jadi kami tidak melewatkan berfoto di sekitar tempat makan tersebut.



Setelah perut sudah penuh terisi, kami siap lagi melanjutkan perjalanan. Namun sebelum kembali melakukan perjalanan, kami melakukan foto-foto bersama. Nah ini dia kegiatan yang paling disukai semua kalangan baik tua maupun muda, hahaha...



Selesai sesi foto bersama selesai, kami melanjutkan perjalanan ke Tangkuban Parahu, nah ini dia yang sangat saya tunggu-tunggu. Kami tiba di lokasi sudah terlalu sore, jadi kabut sudah agak turun. Aku tidak tahu kalau akan sangat dingin di Tangkuban Parahu (newbie). Anginnya bertiup sangat kencang, wuaaahhh benar-benar aku menggigil. Sampai-sampai aku membeli topi kupluk agar telingaku tidak berdengung karena cuaca yang sangat dingin tersebut. Tempat ini benar-benar INDAH!!!! Sayang kami tidak bisa terlalu lama di atas karena kabut yang sudah turun sehingga jalanan sudah benar-benar tidak terlihat.





Setelah meninggalkan Tangkuban Parahu, kami memutuskan untuk segera pulang melihat keadaan lalu-lintas di Bandung yang tidak mendukung bila kami harus melanjutkan ke tempat perhentian kami selanjutnya. Huhhhh, saya pikir hanya Jakarta saja kota kemacetan, ternyata tidak. Jadi, kami kembalilah ke Jakarta. Itulah akhir perjalan kami di Bandung. Senang sekali akhirnya aku bisa melihat sendiri keindahan Gunung Tangkuban Parahu.

Yuk, diseruput dulu tehnya bu, hehehe!!!!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

© What Will Geget Say | Blogger Template by Enny Law